KPAI Peringatkan Kasus Kekerasan Anak di indonesia semakin meningkat

Kasus kriminal  kekerasan yang berujung pada pembunuhan terhadap anak-anak terus meningkat KPAI menghimbau warga untuk melaporkan tindak kekerasan yang berulang sehingga pembunuhan kepada anak bisa di cegah. dilansir dari berita terkini online Di Indonesia kasus kekerasan terhadap anak hingga korbannya meninggal dunia sering sekali terjadi 22 November 2016 nasib malang di alami Briyan Aditya Faddilah, bocah berumur  4 tahun ini tewas akibat di aniaya ibu kandungnya sendiri di rumah sewaan di jalan Lebak Bakung Pelembang.

Yang juga menjadi sorotan yaitu tewasnya Angelina di Denpasar Bali. jasad Angelina di temukan terkubur di pekarangan rumahnya pada 10 Juni 2015. Dari hasil penyelidikan Polisi Angelina tewas di aniaya ibu angkatnya Margaret Megawei.

Dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sejak 1 Januari 2011 hingga 31 Desember 2016, kasus pembunuhan oleh orang tua atau orang terdekat trennya terus meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2011 ada 18 kasus pembunuhan terhadap anak dan meningkat tajam menjadi 86 kasus di tahun 2012. Tahun 2013 turun menjadi 62 kasus dan naik lagi menjadi 94 kasus di tahun 2014. Tahun 2015 ada 59 kasus dan tahun 2016 naik kembali menjadi 72 kasus.

Agar kasus tindak kekerasan pada anak tidak terus terjadi KPAI imbau warga untuk melaporkan tindakan kriminal kekerasan yang berulang sehingga pembunuhan kepada anak bisa di cegah.

"kalau dari data sebenarnya tidak hanya kekerasan fisik begitu ya yang sampai terjadi pembunuhan, tahun ke tahun tetap naik begitu ya dan tentu ini menyedihkan dan sekali lagi pelakunya juga kadang tidak lagi orang tua tetapi juga anak sebagai pelaku gitu ya ini juga menjadi catatan PR kita bahwa ada banyak aspek yang harus di perbaiki mulai dari pengasuhan kemudian pengetahuan tentang pengasuhan, percakapan mengasuh kemudian kontrol sosial masyarakat begitu ya dan pengetahuan atau edukasi kepada anak itu sendiri" ujar Rita Pranawati Sekretaris KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia).